Gunakan Antibiotik secara bijak

Mari bersikap bijak dalam menggunakan antibiotik dengan DAGUSIBU. Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang antibiotik dengan benar.

Tata laksana terapi insomnia

Pendekatan terapi pada penderita insomnia ini bisa dengan farmakologi atau non-farmakologi, berdasarkan berat dan perjalanan gejala insomnia itu sendiri. Terapi yang bisa dilakukan adalah.......

Swamedikasi Insomnia oleh Apoteker

Swamedikasi bukan berarti asal mengobati, justru pasien harus mencari informasi obat yang sesuai dengan penyakitnya dan apoteker memiliki peran disini.

Yoga untuk kesehatan jiwa

Yoga sebenarnya merupakan olahraga tubuh dan pikiran. Di mana manfaat yoga tidak hanya membantu tubuh menjadi lebih segar dan bugar. Tapi, yoga juga dapat membantu Anda dalam mengendalikan stres dan mengurangi rasa mudah gelisah.

Perhatikan asupan gizi anda

Enak belum tentu sehat. Untuk sehat kita perlu asupan nutrisi yang seimbang. Dari mana nutrisi berasal? Nutrisi tersebut diperoleh dari makanan yang kita konsumsi setiap hari.

Tampilkan postingan dengan label True Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label True Story. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 September 2011

Pelajaran Berharga dari seorang Nenek Tua

Ini pngalaman nyata yg prnah sy alami..
Swaktu sy sdang brbelanja k sebuah pasar tradisional di daerah amlapura, karangasem bali, mama sy beli beras 30 kg utk nenek sy..
Saat itu kami kbingungan, bagaimana caranya mmbawa beras seberat ini..
Kemudian sang pedagang beras tsb berkata dgn bahasa bali yg kalo sy trjemahin dy bilang, "buq, mau saya mintain tolong ke buruh?"

mama saya bilang, "nggih".
Kmudian pdagang beras itu pergi sebentar utk mncari buruh.
Nggak sampe semenit kmudian pdagang itu datang brsama seorang wanita tua berbadan kurus (lebih kurus dari saya.. :p), bajunya kusam dan banyak sobeknya..
Wanita tua itu tersenyum pada kami dan tanpa bicara ia mengangkat karung beras seberat 30 kg itu..
Sy trdiam sejenak dan brfikir, "hah? Orang tua kyk gini koq krjaanx ngangkat berat-berat.. Ckck"
kmudian ia pun brjalan mngikuti sy n mama sy k mobil..
Jarak tmpt beli beras sama mobil sy tu jauh skali.. Mana tmpt dagang berasnya itu d lantai 2 pasar itu,.
Kasian skali..
Dari situ sy bisa blajar, bgmn caranya mnghargai dan mnsyukuri hidup..
Nenek tua sprti itu aja masih mau berjuang utk mncari nafkah.. Pdhl org seusia dia seharusnya diam di rumah, duduk" sambil nunggu anak ato cucunya bawain dia makanan..
Tapi d usia setua itu dia malah kerja, jadi buruh lagi.. Ngangkat beras 30 kg d kpala.. Pdhl dy lbih kurus dri sy..
Sdgkn sy cuma bisa nuntut hak, minta ini itu tanpa peduli sama orang lain..
Ckck...
Mulai hari itu sy brjanji pd diri sndiri utk berusaha bisa mnsyukuri smua yg d berikan Tuhan pd sy..

Pengakuan Si Kecil Peminta-minta

Beberapa menit yang lalu sebelum aku menulis catatan ini, ada seorang tetanggaku mencariku. Aku pun keluar dan berbincang sejenak di depan rumah. kemudian saat tetanggaku sudah pergi dan aku hendak menutup gerbang, 2 orang gadis kecil berpakaian lusuh memanggilku.
Mereka berkata, "selamat soree kak, minta sedekahnya". Mungkin mereka mengucapkan selamat sore karena mereka tau aku bukan umat yang sama seperti mereka.
Yahh, tradisi kedatangan peminta-minta memang sudah menjadi hal yang biasa setiap bulan puasa di komplek tempatku tinggal. Dan yang menjadi tokoh utamanya adalah anak-anak kecil dari kampung yang tak jauh dari komplek.
Baik, kembali ke peristiwa tadi. Setelah mereka meminta sedekah dariku, aku pun menjawab, "Sabar dek"

Mereka pun berkata, "minta seratus aja kak"
AKu menjawab, "Neh, saya ndak punya uang seratusan dek."
Salah satu dari mereka berkata lagi, "berapa-berapa dah kak yang penting dikasi"
"Beneran ni ya, nggak usah protes tapi" AKu berkata seperti itu karena aku pernah mengalami kejadian yaitu ketika seorang anak jalanan di lampu merah-kuning-hijau meminta sedekah dariku. dan aku memberinya lima ratus rupiah. bukannya bilang makasih malah menggerutu, "ekk apee cuma lima ratus"
-___-
sejak saat itu aku merasa kapok memberi sedekah.
Well kembali ke cerita tadi. Aku keluar dan memberi mereka masing-masing lima ratus rupiah. namun sebelum itu aku bertanya, "dek kenapa setiap hari kamu keliling BTN untuk minta sedekah?"
Salah satu dari mereka menjawab, "Disuruh ibu kak..." (dengan nada polos)
"Koq disuruh minta-minta?" aku bertanya kembali.
"Iya kak katanya untuk beli baju pas lebaran nanti" jawabnya.
"Tapi kok harus minta-minta?" tanyaku.
Salah satu dari mereka pun menjawab, "Iya kak soalnya kalau nggak keliling minta sedekah kita dimarah sama ibu"
Akhirnya aku memberikan uang itu pada mereka. Dan mereka pun pergi.

Well,, apa yang bisa kalian dapatkan dari percakapanku dengan 2 gadis kecil itu? Apakah yang kalian pikirkan sama denganku?